Begini Latihan Fisik Pemain Sepak Bola Eropa

latihan fisik pemain sepak bola eropa

Tuntutan stamina para pemain sepakbola tentu bukan main-main saja. Ketahanan dalam berlari, berpikir strategis, dan mengambil kesempatan adalah kombinasi yang membutuhkan fisik dan psikis yang kuat. Negara Uni Eropa biasanya lebih unggul dalam permainan sepak bola, mungkin latihan fisik pemain sepak bola Eropa berbeda dengan di negara lain.

Pengetahuan tentang strategi permainan pelatih, juga harus diketahui oleh para pemain, terutama kapten tim. Agar kerjasama antar anggota tim dan pencapaian target dapat terlaksana dengan baik. Selain diskusi strategi permainan, berikut adalah latihan fisik pemain sepak bola Eropa yang bisa dicontoh oleh negara lain:

1. Kekuatan Otot Tubuh

Ketahanan otot dalam memperagakan pertandingan sepak bola sangat krusial. Keseluruhan badan harus terorganisasi dengan baik melalui instruksi otomatis dari otak. 

Latihan atletik diperlukan untuk membiasakan otot bekerja intens dalam durasi 2×45 menit. Yang termasuk latihan atletik adalah back up, push up, squat jump, sit up, pull up, dan lainnya. Latihan angkat beban berat juga bisa membentuk ketahanan otot.

READ  5 Pemain Sepak Bola Wanita Terseksi di Dunia

2. Stamina

Latihan untuk stamina lebih bertujuan meningkatkan ketahanan jantung dalam beraktivitas. Durasi latihan yang dilakukan oleh pemain Eropa adalah sekitar 40-60 menit, yaitu dengan lompat tali, gerakan memutar, lari progresif, renang, dan latihan interval yang serupa. 

Bagi pemula yang hendak melakukan lari progresif, sebaiknya dimulai dengan jarak tempuh yang pendek, baru setelah 2 atau 3 hari, ditambahkan beberapa kilometer. Kelelahan otot dapat mengakibatkan stamina turun drastis dan sakit.

3. Kelenturan atau elastisitas

Latihan ini sebenarnya sederhana, cukup dengan stretching dan mencium lutut. Tubuh yang lentur menghindarkan pemain dari cedera. Latihan fisik pemain sepak bola Eropa menggunakan berbagai macam stretching, meski tidak semua diberi nama. Mungkin gerakan stretching terinspirasi dari gerakan yoga yang meregangkan otot dan persendian.

READ  Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

4. Kecepatan

Dalam permainan sepak bola pelari tercepat biasanya memiliki peluang lebih besar untuk menguasai bola dan memimpin permainan. Untuk itu, pelatih menggembleng para pemainnya dengan latihan shuttle run dan sprint

Shuttle run merupakan aktivitas lari membentuk lintasan angka 8 dengan melalui beberapa rintangan. Jarak tempuh untuk shuttle run adalah sekitar 6 km dalam durasi tercepat. Pelari harus berusaha tidak menjatuhkan satu rintangan pun. Sedangkan untuk sprint, track yang dilewati hanya lurus dengan jarak 100 hingga 400 m. Target yang dikejar pemain pada kedua latihan ini adalah waktu tercepat. 

5. Kelincahan

Agility sejajar dengan kecepatan, duo combo ini dapat menjadi fitur unggulan dalam diri seorang pemain. Pelatih akan menggunakan lari zig-zag dan lari menaiki tangga atau tanjakan. 

Sebelum melakukan latihan fisik pemain sepak bola Eropa wajib melakukan pemanasan, untuk menghindari cedera otot. Terutama untuk latihan menaiki tangga atau tanjakan, karena betis dan paha akan dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya.

READ  Daftar Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia

6. Pendinginan

Latihan terakhir sering diabaikan karena dirasa kurang penting. Hal termudah untuk sesi ini adalah menarik dan melepas nafas, sehingga aliran oksigen menuju otot bisa lebih banyak. Dengan demikian, asam laktat yang terbentuk dapat diuraikan dan memberikan relaksasi pada otot. Akan lebih baik jika dibantu dengan pemijatan.

Aktivitas latihan yang dikurangi intensitasnya juga dapat menjadi pilihan dalam mendinginkan otot, karena tidak mengagetkan. Misalnya, jogging keliling lapangan dan dilanjutkan dengan berjalan perlahan. Durasi untuk sesi pendinginan ini cukup selama 5 – 10 menit saja.

Demikian latihan fisik pemain sepak bola Eropa yang bisa disajikan. Pembaca yang berniat berlatih fisik serupa harus melakukan pemanasan dan pendinginan agar tidak cedera saat latihan. Seimbangkan nutrisi makanan yang dikonsumsi untuk meningkatkan asupan protein dan karbohidrat yang akan dibakar.

About the Author: Kazuha Fujiyama

You May Also Like